• Pendidikan Bahasa Indonesia | Website Resmi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNIMUDA Sorong

Perahu Terampil Literasi (PERTALITE)

Perahu Terampil Literasi (PERTALITE)

PERAHU TERAMPIL LITERASI (PERTALITE)

Pada abad 21 dipahami sebagai era global yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebenarnya menjadi momentumuntuk semakin meningkatkan kualitas SDM. Kualitas SDM ditandai dengan progres pengembangan di berbagai fitur kehidupan. Salah satunya yang tidak kalah penting, adalah pengembangan dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan cikal bakal lahirnya peradaba.
Pendidikan dapat didefinisikan sebagai pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, penelitian, dan pelatihan. Secara fenomenologis, Pendidikan di Tanah Papua masih saja terdapat masalah yang harus diatasi  oleh pemerintah dan juga masyarakat.Terkait dengan permasalahan pendidikan seperti kurangnya tenaga pengajar,buku-buku cetak untuk proses pembelajaran,suasana tempat atau keadaan sekolah yang belum memadai. Masih banyak sekolah di wilayah pedalaman yang sebagian besar mengalami kekurangan tenaga pengajar ini yang mengakibatkan proses pembelajaran di sekolah mengalami kesulitan dan proses pembelajarannya tidak berjalan dengan baik. 
Masih banyak sekolah di wilayah terpencil dan terisolir belum tersedia, rumah, kepala sekolah dan rumah guru, sehingga banyak kepala sekolah dan guru yang  meninggalkan tempat tugas, hal inilah yang mengakibatkan terjadinya masalah kurangnya pengajar di wilayah terpencil di Papua. Melihat masalah pendidikan dipapua, sebenarnya kunci masalah tersebut terletak pada minimnya tenaga pendidik, sehingga hal tersebut mengakibatkan cukup banyak anak papua yang tidak dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Kenyataan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan diantarnya, rendahnya rata-rata lama sekolah serta angka melek huruf di papua, masih tingginya angka tuna aksara atau buta aksara,dan sebagainya. Akses terhadap buku merupakan permasalah besar bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Anak –anak dipapua juga mengalami betapa susahnya dapat mengakses buku yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Menaggapi kesulitan ini, UNICEF telah mengembangkan bahan bacaan yang sesuai dengan konteks masyarakat papua. Maka hal ini tentu sangat membantu anak-anak di sekolah mengenal lingkungan sosial dan budaya masyarakat mereka. Namun, setelah akses terhubung masih ada hal yang penting untuk diperhatikan lagi, yaitu membaca. Kehidupan masyarakat di wilayah pesisir membentuk dan memiliki kebudayaan yang khas yang terkait dengan ketergantunganya pada pemanfaatan sumber daya pesisir. Kehidupan masyarakat pesisir banyak memanfaatkan sumber daya alam laut untuk kelangsungan hidup mereka sehari-hari. Dan di pesisir juga masyarakatnya mengunakan perahu sebagai media untuk berbagai pekerjaan dan kegiatan mereka dalam kehidupan sehari-harinya. Dari fenomena inilah, maka sangat efektif ketika proses pelatihan literasi dimodifikasi dengan sarana perahu untuk terus berupaya memajukan pendidikan tanah Papua yang lebih berkemajuan. Urgensi pemanfaatan perahu sebagai sarana literasi dan pendidikan adalah mengajak dan merangkul para tunas bangsa serta melatih keterampilan literasinya bersama keseimbangan alam. Belajar sambil bertamasya berkeliling mengitari perairan kabupaten Sorong yang masih asri akan mampu meningkatkan keterampilan literasi dan minat baca para tunas bangsa.
Dalam upaya ini, bekerjasama dengan mitra UNICEF Kabupaten Sorong diharapkan dengan adanya perahu literasi ini mampu menjangkau titik-titik daerah yang susah dijangkau, untuk salah satu visi dan misi mencerdaskan anak bangsa dan mengurangi angka buta literasi secara merata. Dengan demikian, tantangan abad 21 dari segi pendidikan semakin nyata hasilnya. Dari pemaparan latar belakang di atas, maka pengabdian ini lebih mengerucut kepada pemanfaatan perahu sebagai sarana unggulan dalam bidang literasi yang kemudian dijadikan akronim “Pertalite” (Perahu Terampil Literasi) di Kabupaten Sorong.

Top